gunung sunda

”SITUS ALAM GUNUNG SUNDA” begitulah tulisan yang saya lihat pada sebuah batu besar, ketika saya bersama para xentaler berniat hang – out di gunung burangrang.

kami memang tidak tahu jalan dari jakarta menuju gunung burangrang, nam
un seorang dari kami yakin bahwa gunung burangrang dapat ditembus melalui curug cijalu di desa cipancar. Karena waktu libur yang mepet kamipun memutuskan untuk pergi ke curug cijalu untuk menuju gunung burangrang.

kami sempat beristirahat semalam di areal curuk cijalu, banyak wisatawan lokal yang datang ke curug waktu itu. Beginilah suasana pagi hari di areal curuk cijalu.

kira kira jam sepuluh kami meneruskan perjalanan menuju ”Gunung Sunda”…
Tunggu dulu, kok jadi gunung sunda, kan tujuan kita gunung burangrang…? Ternyata oh ternyata…, informasi yang kami dapat dilapangan sangat jauh berbeda dari pandangan kami tentang gunung burangrang.
Kami harus melalui gunung sunda terlebih dahulu untuk menuju gunung burangrang. Tanpa buang waktu kamipun bergegas menuju puncak gunung sunda.

hutan di gunung sunda cukup terjaga dan bersih, mungkin karena gunung sunda sangat jarang dijadikan objek pendakian. kebanyakan yang datang ke gunung sunda untuk berziarah ke makam keramat yang ada di puncaknya.

Hari makin siang, perjalanan sedikit mendaki, dan jalur makin menyempit


Jam satu siang kami sampai di kompleks situs alam gunung sunda, yang kami sendiri tidak tahu akan sampai di tempat seperti ini. Dari kejauhan tampak tebing tinggi dengan sedimennya yang indah. Kami pun bergegas mendekatinya.
Gunung sunda merupakan hasil letusan dari gunung sunda purba ratusan tahun yang lalu. Gunung sunda purba di perkirakan berketinggian diatas 3500 mdpl, hal ini tampak dari hasil rekonstruksi para ahli geologi.
Tidak hanya gunung sunda yang terbentuk dari letusan Gunung sunda purba, gunung burangrang, gunung manglayang dan tangkuban-parahu juga terbentuk dari letusan gunung sunda purba.
Di gunung sunda ini terdapat situs bersejarah peninggalan zaman neolitikum berupa artefak artefak batu yang tersusun rapi di dalam kompleks situs alam gunung sunda.
situs situs ini sangat dikeramatkan oleh warga sekitar lereng gunung.
hari sudah hampir sore, melanjutkan perjalanan sudah tidak mungkin, sebab waktu kami hanya tinggal satu malam. kamipun turun diiringi hujan di tengah perjalanan, dan akhirnya bermalam di kebun teh. Suasana pagi di kebun teh sangat indah.
Masih banyak sudut sudut peninggalan prasejarah di area peninggalan gunung sunda purba yang belum sempat kami jelajahi. Semoga suatu saat rasa ingin tahu ini dapat terobati, amien. :D

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »